ABSTRAK Kecemasan dan insomnia adalah masalah kesehatan psikososial yang umum terjadi dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan fungsi sosial. Di Indonesia, jutaan orang mengalami gangguan kecemasan dan gangguan tidur; namun, pengetahuan masyarakat mengenai pendekatan pencegahan dan komplementer masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal melalui pengembangan Pojok Herbal sebagai upaya pencegahan kecemasan dan insomnia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD), yang menekankan penggunaan sumber daya lokal dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, termasuk persiapan, identifikasi aset masyarakat, pendidikan kesehatan mental, demonstrasi dan praktik pemanfaatan tanaman herbal, pendirian Pojok Herbal, dan evaluasi. Program ini melibatkan anggota masyarakat, pemimpin lokal, kader kesehatan, serta dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mental dan manfaat tanaman herbal seperti jahe, serai, mint, dan lavender dalam meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Pendirian Pojok Herbal juga menyediakan platform pendidikan berkelanjutan untuk pembelajaran dan praktik masyarakat. Program Pojok Herbal merupakan strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan mendukung pencegahan kecemasan dan insomnia. Kata Kunci: Pojok Herbal, Promosi Kesehatan Mental, Kecemasan, Insomnia, Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACT Anxiety and insomnia are prevalent mental health problems that negatively affect quality of life, productivity, and social functioning. In Indonesia, millions of people experience anxiety disorders and sleep disturbances; however, public knowledge regarding preventive and complementary approaches remains limited. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing herbal plants through the development of a Herbal Corner as an effort to prevent anxiety and insomnia. The activity employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the use of local resources and active community participation. The program was implemented through several stages, including preparation, community asset identification, health education on mental health, demonstration and practice of herbal plant utilization, establishment of the Herbal Corner, and evaluation. The program involved community members, local leaders, health cadres, as well as lecturers and students. The results indicated an increase in community awareness and knowledge regarding mental health and the benefits of herbal plants such as ginger, lemongrass, mint, and lavender in promoting relaxation and improving sleep quality. The establishment of the Herbal Corner also provided a sustainable educational platform for community learning and practice. In conclusion, the Herbal Corner program represents an effective community empowerment strategy to promote mental health and support the prevention of anxiety and insomnia. Keywords: Herbal Corner, Mental Health Promotion, Anxiety, Insomnia, Community Empowerment.
Copyrights © 2026