Jurnal Kreativitas PKM
Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)

Optimalisasi Grandparent Caregivers dan Kader Posyandu dalam Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay Berbasis Culture Care di Kelurahan Abianbase

Kadek Widiantari (Stikes Advaita Medika Tabanan)
Ni Ketut Devy Kaspirayanthi (Stikes Advaita Medika Tabanan)
Elisabet Sulistiana (Stikes Advaita Medika Tabanan)
Siti Zakiah (Stikes Advaita Medika Tabanan)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2026

Abstract

ABSTRAK Stunting dan speech delay merupakan masalah tumbuh kembang yang masih sering ditemukan pada balita di Indonesia. Peran keluarga, khususnya kakek dan nenek sebagai pengasuh utama, sangat mempengaruhi status gizi dan perkembangan bahasa anak. Pendekatan berbasis budaya (culture care) diperlukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta kakek-nenek dalam pencegahan Stunting dan speech delay melalui program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Abianbase, Kabupaten Gianyar dengan partisipan 30 kakek-nenek dan 15 kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi stimulasi perkembangan bahasa, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita, pendampingan kader, serta penyusunan media edukasi berbasis budaya lokal Bali. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 menjadi 87,6. Keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini Stunting dan speech delay juga mengalami peningkatan. Program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech delay berbasis Culture Care mampu meningkatkan kapasitas kader dan keluarga dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan optimal balita. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Balita.  ABSTRACT Stunting and speech delay remain significant child growth and development problems in Indonesia. The role of families, particularly grandparents as primary caregivers, greatly influences children's nutritional status and language development. A culture care-based approach is needed to improve community acceptance of health programs. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of health cadres, parents, and grandparents in preventing Stunting and speech delay through the "GAS PEDAS" (Movement for Anticipating Stunting and Speech Delay) program. The program was conducted in Abianbase Village, Gianyar Regency, 30 grandparents and 15 health cadres. Methods included health education, language stimulation demonstrations, growth monitoring training, cadre mentoring, and the development of culturally based educational media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants' average knowledge scores from 62.4 to 87.6. Cadres' skills in early detection of Stunting and speech delay also improved. The Culture Care-based Stunting and Speech Delay Anticipation Movement Program is able to increase the capacity of cadres and families in supporting the growth and optimal development of toddlers. This program is recommended to be implemented continuously through collaboration between health workers, village government, and the community. Keywords: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Toddler.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kreativitas

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada ...