Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Grandparent Caregivers dan Kader Posyandu dalam Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay Berbasis Culture Care di Kelurahan Abianbase Kadek Widiantari; Ni Ketut Devy Kaspirayanthi; Elisabet Sulistiana; Siti Zakiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26434

Abstract

ABSTRAK Stunting dan speech delay merupakan masalah tumbuh kembang yang masih sering ditemukan pada balita di Indonesia. Peran keluarga, khususnya kakek dan nenek sebagai pengasuh utama, sangat mempengaruhi status gizi dan perkembangan bahasa anak. Pendekatan berbasis budaya (culture care) diperlukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta kakek-nenek dalam pencegahan Stunting dan speech delay melalui program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Abianbase, Kabupaten Gianyar dengan partisipan 30 kakek-nenek dan 15 kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi stimulasi perkembangan bahasa, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita, pendampingan kader, serta penyusunan media edukasi berbasis budaya lokal Bali. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 menjadi 87,6. Keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini Stunting dan speech delay juga mengalami peningkatan. Program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech delay berbasis Culture Care mampu meningkatkan kapasitas kader dan keluarga dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan optimal balita. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Balita.  ABSTRACT Stunting and speech delay remain significant child growth and development problems in Indonesia. The role of families, particularly grandparents as primary caregivers, greatly influences children's nutritional status and language development. A culture care-based approach is needed to improve community acceptance of health programs. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of health cadres, parents, and grandparents in preventing Stunting and speech delay through the "GAS PEDAS" (Movement for Anticipating Stunting and Speech Delay) program. The program was conducted in Abianbase Village, Gianyar Regency, 30 grandparents and 15 health cadres. Methods included health education, language stimulation demonstrations, growth monitoring training, cadre mentoring, and the development of culturally based educational media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants' average knowledge scores from 62.4 to 87.6. Cadres' skills in early detection of Stunting and speech delay also improved. The Culture Care-based Stunting and Speech Delay Anticipation Movement Program is able to increase the capacity of cadres and families in supporting the growth and optimal development of toddlers. This program is recommended to be implemented continuously through collaboration between health workers, village government, and the community. Keywords: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Toddler.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI MINYAK TELON DALAM MENGURANGI KELUHAN KEMBUNG ANAK USIA DINI DI DESA DAJAN PEKEN TABANAN Kadek Widiantari; Imelda Rismayani Gampur
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.628

Abstract

Background: Flatulence in early childhood is one of the mild digestive disorders that often causes discomfort, fussiness, sleep disturbances, and decreased appetite in children. One of the non-pharmacological therapies commonly used by the community to overcome these complaints is telon oil aromatherapy. Objective :This study aimed to determine the effectiveness of telon oil aromatherapy in reducing flatulence complaints among early childhood children in Dajan Peken Village, Tabanan. Latar Belakang : Keluhan kembung pada anak usia dini merupakan salah satu gangguan pencernaan ringan yang sering menyebabkan rasa tidak nyaman, rewel, gangguan tidur, dan penurunan nafsu makan pada anak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi keluhan tersebut adalah aromaterapi minyak telon. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi minyak telon dalam mengurangi keluhan kembung pada anak usia dini di Desa Dajan Peken Tabanan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keluhan kembung pada anak usia dini dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi minyak telon sebagian besar responden mengalami keluhan kembung kategori sedang sebanyak 18 responden (60,0%), sedangkan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden mengalami keluhan kembung kategori ringan sebanyak 21 responden (70,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat efektivitas aromaterapi minyak telon dalam mengurangi keluhan kembung pada anak usia dini. Simpulan : Aromaterapi minyak telon dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diperoleh, dan praktis digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan anak saat mengalami keluhan kembung. Methods :This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The study was conducted in Dajan Peken Village, Tabanan Regency with a total sample of 30 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected using an observation sheet of flatulence complaints in early childhood children and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The results showed that before the administration of telon oil aromatherapy, most respondents experienced moderate flatulence complaints as many as 18 respondents (60.0%), while after the intervention most respondents experienced mild flatulence complaints as many as 21 respondents (70.0%). Statistical test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that telon oil aromatherapy was effective in reducing flatulence complaints in early childhood children. Conclusion :Telon oil aromatherapy can be used as an alternative non-pharmacological therapy that is safe, easy to obtain, and practical to improve children’s comfort during flatulence complaints.