Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember

Mangrove planting in the coastal area of the Pelauw village, Haruku Island, Maluku as an effort to prevent seawater intrusion

Zulfiah (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)
Samsul Bahri (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)
Delpina Nggolaon (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)
Stevi Silahooy (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)
Gede Wiratma Jaya (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)
Aditya Ramadhan (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)
Ervina Rumpakwakra (Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

[Bahasa]: Keberadaan aktivitas masyarakat pesisir dan perubahan iklim global dapat menimbulkan permasalahan jangka panjang di wilayah pesisir, seperti abrasi dan intrusi air laut. Permasalahan ini dijumpai di Negeri Pelauw, Pulau Haruku, Maluku yang menunjukan adanya indikasi intrusi air laut di beberapa lokasi sumur. Beberapa studi terdahulu menunjukan bahwa pengaruh intrusi air laut semakin kecil ketika eksosistem mangrove semakin lebar. Atas dasar itu kegiatan pengabdian ini mencoba melakukan penanaman mangrove dalam upaya mengurangi dampak intrusi air laut dan abrasi. Kegiatan ini dilandaskan pada metode community based participatory research (CBPR) yang melibatkan partisipasi aktif kelompok nelayan dan pemerintah setempat. Sebanyak 500 bibit diperoleh dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Waihapu Batu Merah, Ambon dan ditanam di dua lokasi yaitu, di Teluk Namaea (100 buah) dan Tanjung Pesona (400 buah). Dua lokasi penanaman tersebut ditentukan berdasarkan hasil diskusi bersama dengan mitra dan pemerintah desa, analisis citra satelit, dan karakteristik sedimen. Kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan selama dua hari pada Juli 2025 dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut sekitar pantai. Penanaman hari pertama di Teluk Namaea pada pagi hari dan dianjutkan pada sore hari di Tanjung Pesona dengan keterlibatan mitra dan pemerintah desa. Hari kedua penanaman dilanjutkan di Tanjung Pesona yang dibantu juga oleh aparat TNI. Setelah penanaman, monitoring pertumbuhan mangrove dilakukan melalui komunikasi dengan perwakilan masyarakat Pelauw. Hasil evaluasi pertumbuhan mangrove pada bulan pertama, menunjukkan pertumbuhan yang baik, hanya ditemukan beberapa pohon yang mati. Kegiatan ini berharap mangrove bisa tumbuh dan berkembang serta mampu menurunkan dampak intrusi air laut, meskipun dalam jangka waktu yang panjang. Kata Kunci: air tanah, intrusi air laut, mangrove, sedimen substrat, Pulau Haruku [English]: Coastal community activities and global climate change may lead to enduring issues in coastal regions, including erosion and seawater intrusion. We identified this issue at Negeri Pelauw, Haruku Island, Maluku, where we observed seawater intrusion in some dug wells. Prior studies have demonstrated that the impact of seawater intrusion diminishes as the mangrove ecosystem expands. This community service initiative aimed to plant mangroves to mitigate the effects of seawater intrusion and erosion. This project utilized the Community-Based Participatory Research (CBPR) methodology, engaging fisherman groups, coastal communities, and governmental entities. A total of 500 seedlings were acquired from “Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS),” Waihapu, Batu Merah, Ambon, and planted at two sites: Namaea Bay (100 seedlings) and Tanjung Pesona (400 seedlings). The two planting locations were determined based on discussions with community members and the village government, satellite imagery analysis, and sediment characteristics. The mangrove planting activities were carried out over two days in July 2025, taking into account tidal conditions around the coast. The first day's planting took place in the morning at Namaea Bay, followed by the afternoon at Tanjung Pesona, with partners and the local government involved. The second day's planting continued in Tanjung Pesona, also assisted by Indonesian National Armed Forces (TNI) personnel. The first month's monitoring on mangrove growth showed that it was growing well, with only a few dead trees. Perhaps the mangrove ecosystem will continue to expand and develop, potentially mitigating the impact of seawater intrusion. Keywords: groundwater, seawater intrusion, mangroves, substrate sediment, Haruku Island

Copyrights © 2025