[Bahasa]: Pesantren sebagai ekosistem pendidikan berasrama memiliki potensi besar sekaligus tantangan kesehatan, mulai dari penyakit menular berbasis lingkungan hingga isu kesehatan remaja putri seperti anemia dan kebersihan personal. Kondisi ini menuntut model penguatan kemandirian kesehatan berbasis komunitas melalui kader internal pesantren. Kader berperan sebagai pendamping sebaya yang memperkuat Poskestren maupun Posyandu Remaja, memastikan program berjalan rutin, terukur, serta selaras kebijakan sekolah-sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian kesehatan santri melalui Pelatihan Kader Santri Sehat di Pesantren Islamic Center Bin Baz. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 30 santri putri kelas XI dan XII. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi kelompok, simulasi, praktik, serta peer support. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, dengan analisis uji statistik paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kesehatan reproduksi (rata-rata pre-test 80,13 menjadi 96,17; p = 0,000) dan keterampilan pemeriksaan dasar seperti pengukuran berat badan, LILA, lingkar perut, dan tekanan darah (p < 0,05). Mayoritas peserta memiliki tingkat kematangan emosional sedang hingga tinggi, yang mendukung peran mereka sebagai kader santri sehat. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan kader santri sehat efektif meningkatkan kemandirian kesehatan santri di pesantren. Program ini berpotensi dijadikan model intervensi berkelanjutan dengan dukungan kelembagaan pesantren dan kolaborasi tenaga kesehatan. Kata kunci: kemandirian kesehatan; kader santri; posyandu remaja; pesantren; pelatihan kesehatan. [English]: Islamic boarding schools (pesantren) possess significant potential as educational environments but also encounter health issues, ranging from infectious diseases transmitted through the environment to distinct female health concerns like anaemia and personal hygiene. Therefore, it is crucial to enhance community health independence via internal Islamic boarding school cadres. This community service initiative sought to enhance students' health autonomy via the Healthy Student Cadre Training at the Bin Baz Islamic Centre in Islamic boarding schools. Using a Participatory Action Research (PAR) methodology, the initiative engaged 30 female students in 11th and 12th grades. Training techniques involved lectures, group discussions, simulations, hands-on sessions, and peer assistance. Assessment was carried out using pre- and post-tests, followed by statistical analysis using paired-samples t-tests. Findings indicated a notable increase in reproductive health knowledge (80.13 to 96.17; p < 0.001) and an improvement in fundamental examination skills, including weight, MUAC, waist circumference, and blood pressure assessments (p < 0.05). The majority of participants exhibited moderate to high levels of emotional maturity, reinforcing their position as health cadres. The results indicate that cadre training significantly improves the health independence of Islamic boarding school students and shows promise as a sustainable intervention model with the backing of institutional and professional healthcare. Key words: health independence, student cadres, adolescent health post, pesantren, health training
Copyrights © 2025