Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman etika digital dan keterampilan produksi konten Islami pada santri di Kota Malang melalui program sosialisasi yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya bekerja sama dengan PCNU. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test terhadap 29 santri dengan instrumen kuesioner berisi 10 pertanyaan menggunakan skala Likert lima poin. Variabel yang diukur meliputi kesadaran etika bermedia sosial, pemahaman risiko penyalahgunaan data pribadi, kesadaran terhadap jejak digital, serta kemampuan membuat konten Islami yang relevan bagi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hampir semua indikator. Peningkatan paling mencolok terlihat pada kemampuan membuat konten Islami yang kreatif, dari 17,2% responden pada skala tertinggi sebelum intervensi menjadi 55,2% sesudahnya. Temuan ini menunjukkan bahwa program sosialisasi tidak hanya menambah pengetahuan normatif, tetapi juga memperkuat kapasitas praktis santri. Kontribusi utama penelitian ini adalah memperlihatkan potensi intervensi berbasis kolaborasi pendidikan dan organisasi keagamaan dalam membentuk generasi santri yang adaptif, etis, dan produktif di ruang digital.
Copyrights © 2026