Keterbatasan akses terhadap kegiatan ekonomi produktif masih dialami oleh sebagian masyarakat yang berada di wilayah pinggiran, termasuk di RW 7 Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi, yang pada umumnya masih terbatas pada aktivitas domestik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan melalui pelatihan pembuatan keripik pare sebagai produk pangan olahan yang memiliki nilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL), yaitu proses pembelajaran yang diterapkan secara langsung selama kegiatan berlangsung sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktik dalam pengolahan produk pangan serta pengelolaan usaha rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan pembuatan keripik pare, pengenalan teknik pengemasan produk, penyusunan label pangan yang sesuai dengan ketentuan, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh keterampilan dalam memproduksi keripik pare serta pemahaman mengenai tahapan pengembangan usaha pangan rumah tangga. Melalui kegiatan ini, perempuan di RW 7 Kelurahan Argasunya memperoleh pengalaman dalam mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai jual serta memahami aspek pengemasan, pelabelan, dan legalitas usaha yang diperlukan untuk pemasaran produk.
Copyrights © 2026