Permasalahan sampah plastik di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sehingga memerlukan solusi inovatif berbasis ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi Eco Paving Block di Kelurahan Kalijaga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan melalui workshop dan pendampingan modul teknis berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat secara signifikan. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata partisipasi dan keaktifan warga sebesar 3,6 dari skala 4 (Kategori Sangat Baik). Secara teknis, masyarakat mampu memproduksi paving block berukuran 12 × 23 cm × 6 cm dan berat 1,5 kg dengan komposisi bahan 60% plastik, 30% pasir, dan 10% oli bekas. Produk yang dihasilkan direncanakan memiliki kekuatan tekan 15MPa, memenuhi standar SNI 03-0691-1996 untuk kategori penggunaan non-struktural. Analisis ekonomi menunjukkan biaya produksi sebesar Rp8.400 per buah dengan estimasi harga jual Rp8.000–Rp9.000. Simpulannya, model PAR efektif dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan melalui industri kreatif berbasis limbah.
Copyrights © 2026