Di era kontemporer, perubahan iklim telah menjadi tantangan eksistensial bagi dunia bisnis global yang memaksa organisasi menyelaraskan aktivitasnya dengan daya dukung ekosistem bumi. Meskipun cetak biru strategi hijau kerap dirancang oleh manajemen puncak, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada eksekusi nyata di tingkat tapak oleh sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam interaksi dinamis antara Green Human Resource Management (GHRM) dan Employee Green Behavior (EGB), serta menguji peran Green Work Engagement (GWE) sebagai mekanisme mediasi psikologis dalam membangun perilaku kerja berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pencarian literatur, penyaringan, sintesis, dan pelaporan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa kebijakan formal GHRM (seperti pelatihan dan insentif hijau) berperan sebagai stimulus organisasi yang efektif dalam memicu EGB. Namun, hubungan ini terbukti jauh lebih kuat dan konsisten ketika dimediasi oleh GWE. Aspek struktural dari GHRM harus mampu mengaktifkan kesiapan psikologis internal karyawan agar nilai-nilai pelestarian lingkungan dapat terinternalisasi secara emosional, sehingga melahirkan perilaku pro-lingkungan yang bersifat sukarela (extra-role). Secara teoritis, studi ini memperkokoh integrasi teori AMO-SET dalam literatur manajemen hijau. Secara praktis, artikel ini memberikan panduan strategi bagi organisasi untuk tidak hanya berfokus pada aturan formal, melainkan juga merancang taktik SDM yang menyentuh kondisi emosional karyawan demi mempertahankan eksistensi bisnis di tengah meluasnya tuntutan ekonomi hijau global.
Copyrights © 2026