Heat strain adalah respon fisiologis akibat paparan panas yang dirasakan seseorang. Heat strain merupakan dampak akut atau kronis yang diakibatkan paparan tekanan panas yang dialami oleh seseorang dari aspek fisik maupun mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 40 pekerja menggunakan total sampling. Data di kumpulkan melalui pengukuran tekanan panas menggunakan Questemp Thermal Environmet Monitor, serta kuesioner keluhan heat strain, indeks masa tubuh. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara iklim kerja panas (p-value = 0,018) dengan heat strain dan tidak memiliki hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) (p-value = 0,376), dan usia (p-value = 0,461). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara iklim kerja panas dengan heat strain pada pekerja proyek Lanud Halim Perdanakusuma. Rekomendasi yang dapat dilakukan yaitu memberikan tempat beristirahat sementara yang lebih sejuk.
Copyrights © 2026