Kaum marjinal di daerah transmigrasi kerap menghadapi persoalan kompleks, seperti konflik lahan, ketegangan komunikasi dengan warga lokal, serta tekanan sosial yang berdampak pada kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh resiliensi terhadap distres psikologis pada kaum marjinal di daerah transmigrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Kessler Psychological Distress Scale (K10) yang telah diuji reliabilitasnya (α = 0,905 dan α = 0,833). Partisipan berjumlah 116 orang yang dipilih dengan teknik insidental sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa resiliensi berpengaruh signifikan terhadap distres psikologis (t = -0,468 dan sig. = 0,000). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi berperan penting dalam menurunkan tingkat distres psikologis. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kapasitas resiliensi sebagai bagian dari intervensi psikososial untuk meningkatkan kesejahteraan mental kelompok marjinal. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan pendekatan multidimensi untuk memahami dinamika psikologis masyarakat transmigran secara lebih menyeluruh.
Copyrights © 2025