Kesejahteraan ekonomi keluarga Hindu di Indonesia, khususnya pada komunitas Hindu di Jawa dan Bali, masih menghadapi tantangan akibat belum optimalnya integrasi nilai-nilai ajaran Hindu ke dalam strategi ekonomi keluarga. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara praktik ajaran agama dan pemenuhan kebutuhan ekonomi, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran ajaran Hindu dalam membangun ketahanan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis keterkaitan implementasi nilai-nilai Catur Asrama dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga Hindu. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus karena dinilai mampu mengungkap secara mendalam dan menyeluruh praktik implementasi nilai-nilai Catur Asrama dalam konteks penguatan ekonomi keluarga Hindu di Kota Denpasar, Bali. Subjek penelitian dipilih secara purposive, mencakup tokoh agama, pelaku ekonomi (pedagang dan peternak), pendidik, serta pengurus lembaga keagamaan seperti PHDI, guna memastikan informasi diperoleh dari individu yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Catur Asrama, khususnya pada tahapan Brahmacari dan Grihastha, berkontribusi signifikan terhadap kestabilan ekonomi keluarga, dengan mediasi faktor pendidikan, intensitas praktik keagamaan, dan dukungan sosial. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ajaran Hindu dalam pola hidup keluarga modern dapat menjadi strategi efektif memperkuat ketahanan ekonomi. Implikasi dari temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan agama Hindu dan menawarkan dasar bagi perumusan kebijakan sosial-ekonomi berbasis Agama.
Copyrights © 2025