Kawasan warisan budaya sering kali memiliki banyak peninggalan bersejarah, namun minimnya sarana interpretasi membuat wisatawan kesulitan memahami makna di baliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik interpretasi dalam kegiatan walking tour di kawasan Kota Lama Surabaya berdasarkan prinsip interpretasi warisan budaya, serta menilai kontribusinya terhadap penguatan identitas kawasan, peningkatan pengalaman wisatawan, dan pengembangan pariwisata heritage yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan interpretif. Subjek penelitian ini melibatkan dua pemandu walking tour, satu pengelola, dan lima wisatawan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walking tour berperan sebagai strategi interpretasi yang hidup, di mana storyteller tidak hanya memberikan informasi, melainkan menciptakan pengalaman interaktif dan emosional melalui narasi, visual, dan dialog. Praktik interpretasi ini sebagian besar telah sesuai dengan prinsip EROT (Enjoyable, Relevant, Organized, Thematic). Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa walking tour berhasil memperkaya pemahaman wisatawan, memperkuat identitas kawasan, dan mendorong kesadaran konservasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa walking tour berpotensi menjadi praktik kolaboratif yang dapat dikembangkan oleh komunitas lokal, agen perjalanan, pemerintah, dan pemilik aset untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dan keberlanjutan pariwisata.
Copyrights © 2025