Permasalahan utamanya ialah pertumbuhan ekonomi tidak selalu diikuti dengan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kondisi ini sering disebabkan karena adanya keterbatasan dalam pemanfaatan modal-modal yang telah dimiliki oleh komunitas masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai implementasi konsep pembangunan berkelanjutan dengan cara mengidentifikasi peran masing-masing modal dalam Community Capital Framework (CCF) seperti modal sosial, manusia, finansial, alam, politik, budaya, dan fisik pada desa di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penulisan deskriptif analitis. Lokasi penelitian ini ialah 64 Desa yang terdapat di salah satu Kabupaten Provinsi Bali. Data penelitian ini berupa data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan cara purposive sampling. Terdapat terdapat sebanyak 129 informan yang diwawancarai dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu data reduction, interpretatif, data display, dan conclusion. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat kolaborasi pada modal manusia, sosial, politik, fisik, finansial, alam, dan budaya dalam upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan di desa-desa yang terdapat di Kabupaten Gianyar, partisipasi masyarakat secara langsung memiliki kontribusi yang besar pada output kebijakan desa khususnya merujuk pada modal sosial dan modal politik, modal manusia (SDM) haruslah ditunjang oleh modal fisik dan modal finansial, modal alam dan modal budaya menjadi nilai tambah dalam peningkatan perekonomian desa di Kabupaten Gianyar. Simpulan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pendekatan pembangunan daerah melalui konsep CCF tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah saja.
Copyrights © 2025