Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menunjukkan dominasi investor individu berusia di bawah 30 tahun, khususnya dari kalangan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), yang secara demografis tergolong produktif dan memiliki literasi teknologi yang baik, muncul permasalahan penelitian terkait minat berinvestasi pada kelompok usia muda tersebut dapat ditingkatkan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman Tri N dan Tri Nga pada minat investasi saham. Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi angkatan 2019 sampai 2023. Teknik sampel yang digunakan yaitu Snowball Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman Tri N memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi saham. Tinggi rendahnya pemahaman tri n memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi saham. Semakin tinggi pemahaman tri n yang dimiliki maka semakin tinggi juga minat mahasiswa berinvestasi saham. Sedangkan pemahaman Tri Nga tidak memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi saham. Seseorang yang memiliki pemahaman terhadap pemahaman tri nga dengan baik tidak akan mempengaruhi minat berinvestasi saham. Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku dan pengetahuan seseorang mempengaruhi persepsi dan keputusan investasi. Pengetahuan investasi yang memadai membantu mahawiswa memahami aspek dasar, risiko, dan pengembalian investasi serta menghindari kerugian, sehingga lebih yakin dan mampu memaksimalkan peluang investasi.
Copyrights © 2025