Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika harga Bitcoin yang dipengaruhi oleh tiga peristiwa utama, yaitu halving, persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin, dan adopsi institusional. Ketiga faktor tersebut dianggap membentuk mekanisme penawaran permintaan serta memengaruhi stabilitas pasar aset digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh halving, ETF Bitcoin, dan adopsi institusional terhadap tren harga Bitcoin. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan subjek berupa data historis harga Bitcoin, termasuk periode halving, peristiwa ETF, dan momen adopsi institusional. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, studi pustaka, dan pemanfaatan data sekunder dari platform keuangan dan laporan institusi. Instrumen penelitian berupa data log return harian yang kemudian diuji melalui serangkaian uji asumsi klasik (normalitas, homoskedastisitas, heteroskedastisitas). Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji pengaruh parsial simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa halving berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga Bitcoin, mencerminkan efek kelangkaan pasokan. Sebaliknya, adopsi institusional dan ETF Bitcoin tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik, namun tetap memberikan kontribusi struktural dalam meningkatkan stabilitas dan legitimasi pasar. Secara simultan, ketiga faktor tersebut membentuk pola yang saling melengkapi dalam memengaruhi dinamika harga Bitcoin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis siklus halving, tren adopsi institusional, dan perkembangan ETF penting digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi serta penyusunan kebijakan yang mendukung ekosistem aset digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025