Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran kerap mengalami tekanan akademik yang tinggi, seperti beban belajar yang berat, tuntutan untuk mencapai nilai tinggi, dan kompetisi yang ketat. Tekanan ini bisa mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan mental mereka, seperti kecemasan, depresi, dan stres. Diha-rapkan dengan adanya dukungan keluarga bisa menurunkan kecen-derungan munculnya kejadian yang bisa berakibat adanya tekanan, karenanya bisa me-nambah kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki adanya hubungan antara dukungan keluarga dan tekanan akademik dengan kesehatan mental mahasiswa kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.Metode: Penelitian korelasional kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitan ialah mahasiswa kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Angkatan 2022 berjumlah 69 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Perceived Social Support Family-20, Kuesioner Perception Academic Stress Scale-18 dan Kuesioner Mental Health Inventory-38. Analisis hubungan menggunakan uji rank spearman.Hasil: Mayoritas responden memiliki dukungan keluarga yang baik sejumlah 44 responden (63,8%), mayoritas responden memiliki tingkat tekanan akademik rendah sejumlah 37 responden (53,6%) dan mayoritas responden memiliki tingkat kesehatan mental sedang sejumlah 32 responden (46,4%). Pada analisis uji rank spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara du-kungan keluarga dengan kesehtan mental (p-value < 0,001) dengan tingkat kore-lasi sedang (r = 0,569) dan terdapat hubungan negatif antara tekanan akademik dengan kesehatan mental (p-value = 0,039) dengan tingkat korelasi rendah (r = -0,249).Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki hubungan positif dengan tingkat ko-relasi kuat dengan kesehatan mental, sedangkan tekanan akademik memiliki hubungan negatif dengan tingkat korelasi rendah dengan kesehatan mental.
Copyrights © 2025