Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan zonasi pendidikan pada SMA Negeri 1 Ambon dengan menggunakan model evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, pemerataan, dan ketepatan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data pendukung untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai implementasi kebijakan zonasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan zonasi telah efektif dalam memperluas akses pendidikan dan mengurangi konsentrasi peserta didik pada sekolah tertentu. Dari aspek efisiensi, kebijakan zonasi mampu menyederhanakan proses penerimaan peserta didik baru dan mengurangi beban biaya tidak langsung bagi masyarakat. Namun demikian, pemerataan yang dihasilkan masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya mengatasi ketimpangan kualitas antar sekolah. Selain itu, ketepatan kebijakan zonasi secara konseptual sudah relevan, tetapi implementasinya masih menghadapi kendala dalam penyesuaian dengan kondisi lokal. Oleh karena itu, kebijakan zonasi perlu diintegrasikan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kapasitas sekolah agar tujuan pemerataan dan keadilan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
Copyrights © 2026