Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang berkaitan dengan tingginya kejadian anemia pada remaja putri. Sebagai upaya pencegahan, pemerintah melaksanakan Program Gerakan Aksi Bergizi yang berfokus pada edukasi gizi, aktivitas fisik, sarapan bersama, dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Gerakan Aksi Bergizi dalam pencegahan anemia remaja putri di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Gerakan Aksi Bergizi di Kecamatan Majasari secara umum telah berjalan dengan baik melalui koordinasi lintas sektor, pembagian peran yang jelas, serta pelaksanaan kegiatan sesuai pedoman. Namun, implementasi program masih menghadapi beberapa kendala, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, distribusi TTD yang belum optimal, rendahnya kepatuhan sebagian remaja putri dalam mengonsumsi TTD, koordinasi lintas sektor yang belum rutin, serta belum meratanya pelibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, sumber daya, dan edukasi guna meningkatkan efektivitas implementasi program dalam pencegahan anemia remaja putri.
Copyrights © 2026