Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada hafalan sehingga kurang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 siswa. Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berbasis deep learning menjadi alternatif pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berpusat pada siswa sesuai Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi STEM dalam pembelajaran IPA serta pengaruhnya terhadap deep learning dan kompetensi abad ke-21 siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur PRISMA melalui tahap identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion. Sumber data diperoleh dari Google Scholar, Scopus, ERIC, ScienceDirect, DOAJ, ResearchGate, Semantic Scholar, dan SINTA. Dari 85 artikel yang ditemukan pada rentang 2020–2026, diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi STEM umumnya dipadukan dengan Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) sehingga mampu meningkatkan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi sains, dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, STEM berbasis deep learning menciptakan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful. Namun, implementasinya masih terkendala kesiapan guru, fasilitas, dan pengelolaan waktu pembelajaran.
Copyrights © 2026