Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, namun pelaku usaha berskala mikro umumnya masih menghadapi kendala dalam aspek promosi, termasuk usaha kuliner milik Bu Paini yang menjajakan nasi pecel, nasi campur, nasi bali, lontong mie, dan aneka minuman di Jalan Gubeng Kertajaya VIII C, Surabaya. Sebelum kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, gerobak usaha Bu Paini belum memiliki identitas visual maupun media informasi yang memuat jam operasional usaha, sehingga konsumen harus bertanya secara langsung untuk mengetahui pilihan yang tersedia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas usaha dan meningkatkan visibilitas UMKM melalui desain promosi konvensional berupa banner usaha, dengan mempertimbangkan kondisi mitra yang sudah berusia lanjut dan tidak terbiasa mengoperasikan ponsel pintar, sehingga pendekatan promosi berbasis digital seperti media sosial maupun QRIS tidak relevan untuk diterapkan. Metode yang digunakan adalah komunikasi partisipatif dengan tahapan survei lapangan, penggalian masalah, internalisasi masalah bersama mitra, penyusunan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa banner usaha yang memuat nama usaha dan jam operasional berhasil dirancang dan diserahkan kepada mitra, dengan respons yang positif. Secara visual, kondisi gerobak usaha berubah dari yang sebelumnya tanpa media informasi sama sekali menjadi lebih informatif, menarik, dan mudah dikenali, sehingga mempermudah calon konsumen memperoleh informasi tanpa harus bertanya langsung kepada penjual.
Copyrights © 2026