Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN PROMOSI KONVENSIONAL MELALUI BANNER USAHA BAGI UMKM KULINER BU PAINI DI SURABAYA Rahmawati Erika Febianti; Iriani Kirana Putri Santoso; Cut Kilau Dara; Mevalia Cahya Pratiwi; Falisha Haifa Azzahra; Permata Indah Lestari; Siti Aisah
ABDIMAS Vol 6 No 04 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i04.2908

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, namun pelaku usaha berskala mikro umumnya masih menghadapi kendala dalam aspek promosi, termasuk usaha kuliner milik Bu Paini yang menjajakan nasi pecel, nasi campur, nasi bali, lontong mie, dan aneka minuman di Jalan Gubeng Kertajaya VIII C, Surabaya. Sebelum kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, gerobak usaha Bu Paini belum memiliki identitas visual maupun media informasi yang memuat jam operasional usaha, sehingga konsumen harus bertanya secara langsung untuk mengetahui pilihan yang tersedia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas usaha dan meningkatkan visibilitas UMKM melalui desain promosi konvensional berupa banner usaha, dengan mempertimbangkan kondisi mitra yang sudah berusia lanjut dan tidak terbiasa mengoperasikan ponsel pintar, sehingga pendekatan promosi berbasis digital seperti media sosial maupun QRIS tidak relevan untuk diterapkan. Metode yang digunakan adalah komunikasi partisipatif dengan tahapan survei lapangan, penggalian masalah, internalisasi masalah bersama mitra, penyusunan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa banner usaha yang memuat nama usaha dan jam operasional berhasil dirancang dan diserahkan kepada mitra, dengan respons yang positif. Secara visual, kondisi gerobak usaha berubah dari yang sebelumnya tanpa media informasi sama sekali menjadi lebih informatif, menarik, dan mudah dikenali, sehingga mempermudah calon konsumen memperoleh informasi tanpa harus bertanya langsung kepada penjual.
DESAIN PROMOSI KONVENSIONAL MELALUI BANNER USAHA UMKM KUE KERING DAN SINOM BU TIAH SURABAYA Moh. Dey Prayogo; Rahmawati Erika Febianti; Iriani Kirana Putri Santoso; Cut Kilau Dara; Mevalia Cahya Pratiwi; Falisha Haifa Azzahra; Permata Indah Lestari; Siti Aisah
ABDIMAS Vol 6 No 04 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i04.2918

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat, namun pelaku usaha berskala mikro kerap menghadapi kendala dalam aspek promosi dan identitas usaha. Program pengabdian ini dilaksanakan pada UMKM milik Bu Tiah yang menjual kue kering dan minuman sinom di Jl. Gubeng Kertajaya VIII C, Surabaya. Sebelum program berjalan, usaha ini belum memiliki banner maupun identitas visual apa pun, informasi produk tidak tersampaikan secara optimal, dan promosi sepenuhnya mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut sehingga usaha kurang terlihat oleh masyarakat yang melintas. Kondisi ini diperumit oleh fakta bahwa Bu Tiah tidak memiliki ponsel sendiri dan tidak bisa mengoperasikan ponsel perangkat yang ada di rumah adalah milik anaknya, dan Bu Tiah pun tidak bersedia nomor tersebut dicantumkan untuk keperluan promosi maupun dibuatkan QRIS, sehingga pendekatan promosi digital tidak relevan diterapkan pada kasus ini. Program ini menggunakan pendekatan komunikasi partisipatif dengan tahapan survei lapangan, penggalian masalah, internalisasi masalah bersama mitra, penyusunan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Luaran yang dihasilkan berupa banner usaha yang memuat nama usaha, visual produk (kue kering dan sinom), jam operasional, dan keterangan bahwa usaha menerima pesanan khusus secara langsung. Banner telah dicetak dan diserahkan kepada mitra dengan respons yang positif. Secara visual, kondisi usaha berubah dari yang semula tanpa media promosi sama sekali menjadi lebih informatif dan mudah dikenali, sehingga mendukung penguatan identitas dan peningkatan visibilitas usaha mikro berbasis rumahan.