Penelitian ini dilatarbelakangi oleh representasi kemanusiaan dalam konten viral TikTok “Kasihlah Roti” yang menampilkan seorang anak laki-laki korban banjir yang menyampaikan kalimat sederhana, yaitu “Kasihlah roti”, sehingga menarik perhatian masyarakat luas dan memunculkan berbagai respons sosial di media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana representasi kemanusiaan dibentuk melalui dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa video TikTok, tangkapan layar, komentar audiens, serta data interaksi media sosial seperti jumlah suka, komentar, bagikan, dan simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, konten “Kasihlah Roti” menggunakan bahasa yang sederhana, narasi spontan, dan visual realistis yang menggambarkan kondisi korban banjir. Pada dimensi praktik wacana, penyebaran konten didukung oleh tingginya interaksi pengguna media sosial sehingga video tersebar luas melalui halaman For You Page (FYP) TikTok. Respons audiens mencerminkan empati, dukungan moral, kritik sosial, dan apresiasi terhadap bantuan yang diberikan kepada korban banjir. Pada dimensi praktik sosial, konten ini berkaitan dengan kondisi masyarakat korban banjir di Aceh serta menunjukkan bahwa media sosial dapat membangun perhatian publik, solidaritas sosial, dan tindakan kemanusiaan melalui bantuan nyata kepada korban bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten “Kasihlah Roti” tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana penyebaran pesan kemanusiaan dan pembentukan kepedulian sosial masyarakat melalui media sosial TikTok.
Copyrights © 2026