Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

JEJAK ISLAM DALAM NASKAH-NASKAH TAMBO MINANGKABAU Sheiful Yazan; Abdullah Khusairi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.337 KB) | DOI: 10.15548/turast.v5i1.356

Abstract

Akses masyarakat Minangkabau terhadap naskah-naskah Tambo Minangkabau cukup sulit, karena sebagianbesar naskah berada di luar negeri. Kemungkinan besar kondisi tersebut mempengaruhi persepsi masyarakatterhadap eksistensi Tambo Minangkabau. Ada sinyalemen dan perdebatan yang menyatakan naskah tambotidak Islami dan berasal dari masyarakat Minangkabau sebelum Islam. Penelitian ini melakukan analisiswacana terhadap kandungan isi naskah-naskah Tambo Minangkabau, khususnya wacana dan terma-termaIslam yang dikandungnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam Tambo terlihat jejak Islam yangnyata, khususnya jejak pemikiran tasawuf. Jejak-jejak tersebut sangat kentara pada naskah-naskah periodepertama, namun berkurang pada naskah periode kedua.
STIKER WHATSAPP GAYA MINANGKABAU: ANALISIS SEMIOTIKA Mardiana Willis; Abdullah Khusairi; Sheiful Yazan
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v8i2.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna visual dan verbal yang terdapat pada stiker WhatsApp gaya Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data ialah observasi dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan analisis semiotika menggunakan teori  Ferdinand de Saussure. Hasil dari penelitian ini makna visual, dari ilustrasi yang digambarkan mampu mencerminkan sebuah ekspresi, gestur dan emosi dalam stiker serta mampu membawa citra kebudayaan Minangkabau yang begitu melekat pada karakter stiker. Dari warna yang digunakan dominan warna merah, kuning, hitam dan putih yang dalam setiap warna memiliki falsafah mengenai bagaimana orang Minangkabau berprilaku. Dari tipografi yang digunakan Sans-Serif jenis font Arial dan Blogger sans ini mencerminkan kesederhanaan dalam teks yang disampaikan dan memberi kesan kedekatan dan bersahabat. Makna verbal dalam stiker WhatsApp gaya Minangkabau. Dilihat dari kurenah bakato dalam budaya Minangkabau, yakni cimeeh, kucindan dan garah, dapat dilihat bahwa orang Minangkabau sangat kritis dalam berkomunikasi dan dibutuhkan kreatifitas yang tinggi dalam pemilihan diksi saat menyampaikan sebuah pesan yang agaknya akan menimbulkan pergesekan. Sikap ramah tamah dan humoris menjadi sebuah daya tarik dari masyrakat Minangkabau sendiri.
Digital Literacy: Strengthening Gen Z's Character Based on Moderate Islam Abdullah Khusairi
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 11 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v11i1.9239

Abstract

Digital transformation has shaped Gen Z's behavior in accessing information. Behind this pattern, they face serious challenges, including the rise of disinformation, misinformation, and malinformation, as well as the degradation of values due to harmful digital culture. This article aims to propose a paradigm of digital literacy based on moderate Islam for Generation Z, integrating critical awareness of information, digital ethics grounded in spiritual values, and the use of technology as a means of religious and character transformation in the digital age. This study employed a qualitative approach, incorporating literature review and analysis of digital literacy survey data. The findings reveal that Gen Z remains vulnerable to being trapped in echo chambers and filter bubbles due to low awareness of verification, confirmation, and comparison of information. Gen Z increasingly relies on social media as their primary source of academic information without adequate filtering mechanisms. This poses a risk to their well-being, necessitating strategies to strengthen digital literacy character as a defense against the negative impacts of digital transformation. This research proposes moderate Islam-based digital literacy as a new paradigm for Gen Z’s digital literacy, which includes Islamic Epistemic Vigilance, Critical awareness in filtering information to counter hoaxes, fake news, and hate speech. Islamic Ethical Digital, the internalization of internet ethics aligned with spiritual values that foster civilized digital behavior. Spiritual-Tech Integration, the use of digital technology as a means of spiritual transformation that is adaptive to the times. These findings emphasize that moderate Islam-based digital literacy strategy to empower Gen Z as agents of change
Viral kasihlah Roti: Representation of Humanity in Digital Space Zelzira Miky Lezia; Abdullah Khusairi; Arifah Yenni Gustia
AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 17 Nomor 01 Tahun 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/amj-kpi.v17i01.14510

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh representasi kemanusiaan dalam konten viral TikTok “Kasihlah Roti” yang menampilkan seorang anak laki-laki korban banjir yang menyampaikan kalimat sederhana, yaitu “Kasihlah roti”, sehingga menarik perhatian masyarakat luas dan memunculkan berbagai respons sosial di media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana representasi kemanusiaan dibentuk melalui dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa video TikTok, tangkapan layar, komentar audiens, serta data interaksi media sosial seperti jumlah suka, komentar, bagikan, dan simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, konten “Kasihlah Roti” menggunakan bahasa yang sederhana, narasi spontan, dan visual realistis yang menggambarkan kondisi korban banjir. Pada dimensi praktik wacana, penyebaran konten didukung oleh tingginya interaksi pengguna media sosial sehingga video tersebar luas melalui halaman For You Page (FYP) TikTok. Respons audiens mencerminkan empati, dukungan moral, kritik sosial, dan apresiasi terhadap bantuan yang diberikan kepada korban banjir. Pada dimensi praktik sosial, konten ini berkaitan dengan kondisi masyarakat korban banjir di Aceh serta menunjukkan bahwa media sosial dapat membangun perhatian publik, solidaritas sosial, dan tindakan kemanusiaan melalui bantuan nyata kepada korban bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten “Kasihlah Roti” tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana penyebaran pesan kemanusiaan dan pembentukan kepedulian sosial masyarakat melalui media sosial TikTok.