Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk praktik dan pemahaman keagamaan. Generasi Z sebagai kelompok yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan digital menjadikan internet sebagai salah satu sumber utama informasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman literasi cyber religion, kesadaran beragama generasi Z, serta makna pengalaman literasi cyber religion dalam membentuk kesadaran beragama pelajar MAN dan SMAN di Kota Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z memanfaatkan media sosial, YouTube, dan berbagai platform digital sebagai sumber pembelajaran agama. Literasi cyber religion mendorong mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi agama, tetapi juga melakukan proses seleksi, verifikasi, dan interpretasi terhadap informasi yang diperoleh. Pengalaman tersebut menghasilkan kesadaran beragama yang lebih personal, reflektif, dan mandiri dibandingkan pola keberagamaan yang diwariskan keluarga. Dalam perspektif fenomenologi Alfred Schutz, pengalaman literasi cyber religion membentuk stock of knowledge baru yang memengaruhi cara generasi Z memahami, mempraktikkan, dan memaknai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa cyber religion berperan penting dalam transformasi kesadaran beragama generasi Z di era digital..
Copyrights © 2026