Tauco umumnya dibuat dari kedelai, namun tingginya harga dan ketergantungan terhadap impor mendorong pemanfaatan jagung sebagai bahan baku alternatif. Penelitian ini bertujuan membandingkan tauco berbahan dasar jagung dengan tauco kedelai berdasarkan proses pembuatan, biaya produksi, kandungan gizi, dan penerapannya pada gulai tauco. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan observasi, studi pustaka, dan uji organoleptik menggunakan skala hedonik oleh 15 panelis terlatih dan 25 panelis tidak terlatih, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan tauco jagung memperoleh nilai organoleptik lebih tinggi (4,31 dan 4,20), memiliki biaya produksi lebih rendah (Rp26.500/batch) dibandingkan tauco kedelai (Rp29.000/batch), serta unggul pada kandungan karbohidrat, meskipun kadar protein dan lemak lebih rendah. Disimpulkan bahwa jagung layak digunakan sebagai bahan baku alternatif tauco karena menghasilkan produk yang diterima panelis dengan biaya produksi lebih ekonomis.
Copyrights © 2026