Pola konsumsi pangan rumah tangga merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan kualitas gizi anggota keluarga. Keragaman jenis pangan, frekuensi konsumsi, serta metode pengolahan makanan dapat memengaruhi kecukupan zat gizi yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pangan rumah tangga menggunakan metode Food Telephone Recall pada satu rumah tangga di Kota Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara Food Telephone Recall selama tujuh hari berturut-turut yang mencakup informasi mengenai jenis makanan, jumlah konsumsi, kelompok pangan, dan metode pengolahan makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan rumah tangga didominasi oleh kelompok sumber karbohidrat berupa nasi putih dan kelompok protein hewani seperti telur, ayam, ikan, udang, serta daging. Konsumsi sayuran dan buah-buahan ditemukan hampir setiap hari, namun frekuensinya masih lebih rendah dibandingkan kelompok pangan lainnya. Metode pengolahan yang paling sering digunakan adalah penggorengan. Secara keseluruhan, rumah tangga yang diamati memiliki keragaman pangan yang cukup baik, tetapi pola konsumsi masih cenderung berfokus pada sumber energi dan protein hewani. Metode Food Telephone Recall dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggambarkan pola konsumsi pangan rumah tangga secara praktis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026