cover
Contact Name
Muh. Zainul Arifin
Contact Email
rumahjurnal25@gmail.com
Phone
+6285378329037
Journal Mail Official
rumahjurnal25@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanjung Barangan, Komplek Griya Wijaya Barangan Nomor A76 Bukit Baru, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Stetoskop : The Journal Of Health Science
ISSN : 30634903     EISSN : 30632951     DOI : https://doi.org/10.70656/stjhs
Core Subject : Health, Science,
Stetoskop : The Journal Of Health Science publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues.
Articles 16 Documents
KETUBAN PECAH DINI Alisa, Putri; Maralin, Dhiya; Melisya, Melisya; Juliyana, Juliyana
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) atau Premature Rupture of the Membranes (PROM) adalah pecahnya selaput yang menutupi air ketuban sebelum terjadinya proses persalinan pada kehamilan cukup bulan atau aterm. KPD merupakan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan tidak cukup atau kurang bulan, dan memiliki konstribusi yang besar pada kematian perinatal pada bayi kurang bulan, laporan kasus ini bertujuan untuk meningkatkan pencegahan terjadinya KPD serta menghilangkan kemungkinan terjadinya prematuritas dan RDS.
MEMAHAMI LETAK SUNGSANG PENYEBAB, RISIKO DAN PENANGANANNYA Aurelia, Cahaya; Chintaury, Elva Puja; Hartini, Hartini; oktarina, selfi; Selvi, Selvi
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak sungsang adalah kondisi di mana janin berada dalam posisi bokong atau kaki di bawah, bukan kepala, menjelang persalinan. Kondisi ini terjadi pada sekitar 3-4% kehamilan yang mencapai usia kehamilan penuh. Artikel ini mengulas penyebab letak sungsang, termasuk faktor-faktor seperti bentuk rahim yang tidak normal, kehamilan ganda, dan jumlah cairan ketuban yang tidak sesuai. Penelitian ini penting karena letak sungsang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan dan mempengaruhi keputusan medis yang harus diambil. Metode penelitian melibatkan tinjauan literatur yang komprehensif tentang penyebab, risiko, dan penanganan letak sungsang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan yang tepat, seperti versi sefalik eksternal, dapat mengurangi kebutuhan akan operasi caesar dan komplikasi terkait. Artikel ini juga mengidentifikasi teknik persalinan pervaginam yang aman dan situasi di mana operasi caesar menjadi pilihan terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan manajemen yang tepat untuk meningkatkan keselamatan ibu dan bayi selama persalinan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang letak sungsang, diharapkan tenaga medis dapat memberikan perawatan yang lebih efektif dan informatif kepada pasien, sehingga meningkatkan hasil persalinan secara keseluruhan.
PERSALINAN KALA II DAN MALPOSISI PERSALINAN DALAM MENGURANGI RISIKO KOMPLIKASI Abel, Amanda; Andini, Andini; Sari, Dewi Permata; Agustina, Nely; Sari , Widiya
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan kala 2 adalah tahap persalinan yang dimulai dari pembukaan serviks lengkap (10 cm) hingga lahirnya bayi. Pada tahap ini, kontraksi uterus yang kuat dan teratur serta usaha mengejan ibu berperan penting dalam mendorong bayi keluar melalui jalan lahir. Kala 2 persalinan merupakan fase kritis yang memerlukan pengawasan ketat untuk memastikan kesejahteraan ibu dan bayi. Malposisi, atau posisi janin yang tidak optimal, dapat memperumit kala 2 persalinan. Posisi janin yang tidak normal, seperti posisi posterior atau presentasi wajah, dapat memperpanjang durasi persalinan, meningkatkan risiko intervensi medis, dan berpotensi menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi. Manajemen yang efektif selama kala 2 persalinan dengan malposisi melibatkan penilaian berkala terhadap kemajuan persalinan, pemantauan posisi janin, serta dukungan dan intervensi medis yang tepat, seperti reposisi manual janin, penggunaan alat bantu persalinan (forceps atau vakum ekstraktor), atau keputusan untuk melakukan operasi caesar jika diperlukan. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai kelahiran yang aman dengan meminimalkan trauma bagi ibu dan bayi, serta mengatasi hambatan yang disebabkan oleh malposisi.
DESAIN CROSS SECTIONAL BAGI PENELITIAN BIDANG KEBIDANAN Sari, Sagita Darma; Legiran, Legiran
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain penelitian membantu peneliti untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan penelitian dengan sahih, objektif, akurat, serta hemat. Desain penelitian harus disusun dan dilaksanakan dengan penuh perhitungan agar dapat memperlihatkan bukti empiris yang kuat relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Terdapat beberapa hal penting yang perlu dikaji sebelum jenis ditentukkan. Sejak awal peneliti harus menentukkan apakah akan melakukan intrvensi,, yaitu melakukan suatu studi intervasional (eksperimen), atau hanya akan melaksanakan pengamatan saja tanpa intervensi, yaitu melaksanakan studi observasional. Kedua, apabila dipilih penelitian observasional, harus ditentukkan apakah akan dilakukan pengamatan sewaktu (yaitu studi cross-sectional) atau dilakukan follow up dalam kurun waktu tertentu (studi longitudinal). Dalam penelitian dibidang kebidanan, studi cross-sectional merupakan salah satu bentuk studi observasional yang paling sering dilakukan. Sekitar sepertiga artikel orisinil dalam jurnal kebidanan merupakan studi cross-sectional yang umumnya digunakan untuk membandingkan prevalensi pada variasi subgroup. Dalam studi analitik Cross-sectional yang mempelajari hubungan antara faktor risiko dengan penyakit (efek), observasi atau pengukuran terhadap variabel bebas (faktor risiko) dan variabel tergantung (efek) dilakukan sekali dan dalam waktu yang bersamaan. Pada studi cross-sectional, estimasi risiko relative dinyatakan dengan rasio prevalensi (RP), yakni perbandingan antara jumlah subyek dengan penyakit (lama dan baru) pada satu saat dengan seluruh subyek yang ada.
Transplantasi Stem Cell Sebagai Pengobatan Kelainan Darah Sepiwiryanti, Wika; Sari, Sagita Darma
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel punca atau stem cell adalah sebutan untuk sel yang belum memiliki fungsi khusus, sehingga dapat mengubah, menyesuaikan, dan memperbanyak diri tergantung lokasi sel tersebut berada. Karena sifatnya tersebut, sel punca kerap digunakan sebagai bahan transplantasi dalam pengobatan medis. Prosedur transplantasi sel punca dilakukan dengan menanam sel punca di organ tubuh tertentu untuk menggantikan sel yang rusak akibat suatu penyakit. Penelitian terhadap fungsi sel punca masih terus dilakukan dan dikembangkan. Salah satunya adalah untuk menggantikan sel yang rusak akibat penyakit tertentu seperti kanker, stroke, diabetes, dan penyakit degeneratif seperti osteoarthritis dan penyakit Parkinson. Sel punca juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu penanganan untuk penyakit sel plasma. Keberadaan sel punca diharapkan dapat berkembang menjadi sel dewasa dan jaringan baru. Selain itu, sel punca juga digunakan untuk mengetahui efektivitas dan keamanan suatu obat. Ada dua metode transplantasi sel punca yang umum digunakan. Transplantasi sel punca autolog yaitu Metode transplantasi yangmenggunakan sel-sel punca yang berasal dari tubuh pasien sendiri. Sel tersebut kemudian dibekukan, disimpan, dan baru akan digunakan saat pasien membutuhkannya, yaitu ketika sel punca alami mengalami kerusakan. transplantasi sel punca allogenik merupakan Metode menggunakan sel punca pendonor, seperti dari relawan atau kerabat. Transplantasi ini biasanya digunakan bila transplantasi autolog tidak berhasil atau penyakit bersifat lebih agresif.
Literatur Abortus Dan Penanganannya Irawawan, Dian Nirwana; Niken, Niken; sandi, Elmatiana dara; Anggita, Dwi
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v1i2.167

Abstract

Abortus merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang signifikan, terutama di negara berkembang. Artikel ini bertujuan untuk mengulas faktor penyebab, dampak, serta metode penanganan abortus berdasarkan literatur terkini dan pendapat ahli. Penyebab abortus meliputi faktor medis, sosial, dan psikologis, yang masing-masing memerlukan pendekatan khusus. Dampak abortus tidak hanya bersifat fisik tetapi juga psikologis dan sosial. Dengan pendekatan medis yang tepat dan dukungan sosial, penanganan abortus dapat dioptimalkan. Artikel ini diakhiri dengan kesimpulan yang menekankan pentingnya edukasi dan intervensi dini dalam mencegah serta menangani abortus.
Kehamilan Ektopik Mendeteksi Dan Mencegah Komplikasi Fatehah, Deva Bunga; Kartika, Dwi; Ulya, Afifatul; Noktaviani, Silvi
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v1i2.168

Abstract

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana hasil konsepsi berimplantasi di luar kavum uteri, dengan lokasi paling umum pada tuba fallopi. Insiden ini sering terjadi pada wanita multigravida dan menjadi salah satu penyebab utama peningkatan mortalitas serta morbiditas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, gejala klinis, metode diagnosis, dan pendekatan terapi untuk kehamilan ektopik guna mencegah komplikasi serius. Berdasarkan studi literatur pada artikel ilmiah periode 2013–2020, faktor risiko signifikan meliputi riwayat kehamilan ektopik, penggunaan alat kontrasepsi intrauterin (IUD), penyakit radang panggul (PID), infertilitas, kebiasaan merokok, penggunaan pil progestin, dan riwayat abortus. Gejala khas mencakup amenorea, nyeri perut, dan perdarahan pervaginam. Diagnosis dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, ultrasonografi, dan evaluasi kadar β-hCG. Penatalaksanaan meliputi terapi methotrexate untuk kasus tanpa komplikasi, pendekatan ekspektatif pada kondisi stabil, serta pembedahan seperti laparoskopi dan laparotomi untuk kasus berat. Diagnosis dini dan pengelolaan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan keselamatan pasien.
Faktor Penyebab dan Faktor Resiko Plasenta Previa Pratiwi, Nandini Dwi; Putri, Nahdiya Surevi; Anggini, Sabrina Mareta; Wulandari, Selvi
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v1i2.169

Abstract

Plasenta previa merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang terjadi saat plasenta menempel di bagian bawah rahim dan menutupi jalan lahir. Prevalensinya diperkirakan sekitar 0.5% dari seluruh persalinan di Indonesia dan berhubungan dengan risiko kelahiran prematur dan morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian plasenta previa beragam, antara lain usia ibu, paritas, riwayat operasi caesar, serta faktor lingkungan seperti merokok. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan pustaka dengan kata kunci "causal factors", "risk factors", "placenta previa".
Tinjauan Pada Mola Hidatidosa Ananda, Tia; Nandini, Shalsa; Nabila, Tiara; Utari, Alya
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v1i2.235

Abstract

Mola hidatidosa, salah satu bentuk penyakit trofoblastik gestasional, merupakan gangguan kehamilan yang ditandai oleh proliferasi abnormal trofoblas dan pembentukan villi korionik edematosa. Penyakit ini memiliki potensi progresif menjadi keganasan seperti koriokarsinoma jika tidak ditangani dengan tepat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai patofisiologi, diagnosis, pencegahan, dan penatalaksanaan mola hidatidosa. Dari aspek patofisiologi, perubahan genetik dan imunologis menjadi faktor utama yang berkontribusi pada perkembangan penyakit. Diagnosis yang akurat mengandalkan kombinasi evaluasi klinis, pemeriksaan ultrasonografi, dan pengukuran kadar human chorionic gonadotropin (hCG) serum. Upaya pencegahan meliputi deteksi dini pada kelompok berisiko tinggi serta edukasi kesehatan reproduksi. Penatalaksanaan mencakup evakuasi uterin melalui kuretase, diikuti dengan pemantauan kadar hCG untuk mendeteksi kemungkinan keganasan. Pendekatan multidisiplin, melibatkan spesialis obstetri, onkologi, dan psikologi, diperlukan untuk memastikan prognosis optimal serta kualitas hidup pasien. Artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan pemahaman dan penanganan mola hidatidosa, sekaligus mendorong penelitian lebih lanjut di bidang ini.
Tinjauan Solusio Plasenta astuti, pebta; Tamara, Dhea; Sutanti; salma
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v1i2.236

Abstract

Solusio plasenta pada pasien dengan plasenta previa merupakan kondisi yang jarang terjadi, tetapi plasenta previa dapat menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya komplikasi ini. Solusio plasenta dan plasenta previa dapat dibedakan secara klinis melalui gejala yang muncul. Solusio plasenta biasanya disertai nyeri abdomen, sedangkan plasenta previa jarang menimbulkan nyeri. Faktor lain seperti pre-eklampsia dan eklampsia juga diketahui meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta. Meskipun ultrasonografi (USG) menjadi metode utama dalam mendukung diagnosis, keterbatasannya dalam mendeteksi solusio plasenta dapat menyulitkan proses evaluasi klinis. Solusio plasenta merupakan kegawatdaruratan obstetri yang memerlukan penanganan cepat dan tepat karena berisiko terhadap ibu dan janin. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan diagnosis dini, intervensi bedah seperti sectio caesarea, serta teknik hemostasis seperti kompresi B-Lynch menjadi kunci dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas.

Page 1 of 2 | Total Record : 16