Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian utama pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini dengan Papsmear. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) dalam melakukan Papsmear masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS dengan kepatuhan melakukan Papsmear di RS Umum Pertamina Palembang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 410 responden yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (73,9%) dan pendidikan menengah (61%). Kepatuhan melakukan Papsmear masih rendah, hanya 94 responden (28,4%) yang telah melakukan pemeriksaan. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pengetahuan baik telah melakukan Papsmear, sementara hampir semua responden dengan pengetahuan kurang belum melakukannya. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pendidikan tinggi telah melakukan Papsmear, sedangkan seluruh responden berpendidikan dasar belum melakukannya. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan melakukan Papsmear. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan WUS terhadap Papsmear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.
Copyrights © 2026