Studi ini berfokus pada pengembangan model yang menguji hubungan timbal balik antara implementasi Sapta Pesona, adopsi prinsip pariwisata berkelanjutan, dan tingkat kepuasan pengunjung di destinasi unik Pulau Bungin. Melalui pengumpulan data dari survei wisatawan, wawancara pemangku kepentingan, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis dengan model struktural, ditemukan bahwa Sapta Pesona memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan persepsi wisatawan terhadap aspek keberlanjutan (lingkungan, sosial, dan ekonomi). Lebih lanjut, persepsi positif terhadap keberlanjutan terbukti menjadi variabel mediasi krusial yang memperkuat pengaruh Sapta Pesona terhadap peningkatan kepuasan berwisata. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci pengembangan pariwisata yang berhasil di Pulau Bungin terletak pada konsistensi penerapan nilai-nilai Sapta Pesona dan integrasi prinsip keberlanjutan, menawarkan panduan strategis bagi pengelola dan pemerintah daerah dalam merancang program pariwisata berbasis budaya yang berorientasi pada pengalaman berkualitas.
Copyrights © 2026