Penelitian ini menganalisis praktik pencatatan biaya produksi jagung dalam kerangka sosio-akuntansi, dengan studi kasus pada Kelompok Tani Balong Panto di Desa Sabedo, Sumbawa. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi persepsi petani terhadap akuntansi dan merefleksikan praktik nyata pencatatan biaya dalam konteks sosial mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan ketua kelompok, tiga petani, dan seorang tengkulak. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara persepsi positif petani tentang pentingnya pencatatan biaya dengan praktik yang tidak konsisten dan masih bersifat individual. Faktor penghambat utama meliputi tidak adanya sistem pencatatan kolektif dalam kelompok, minimnya pelatihan akuntansi sederhana, serta kebiasaan petani yang masih mengandalkan ingatan dan pengalaman. Analisis finansial terhadap satu petani yang mencatat menunjukkan R/C ratio 2,66, mengindikasikan usaha yang layak, namun ketidakteraturan pencatatan secara umum menghambat transparansi dan evaluasi kinerja usaha tani secara kolektif. Penelitian menyimpulkan perlunya intervensi melalui pelatihan akuntansi aplikatif dan penguatan peran kelembagaan kelompok untuk mendorong praktik pencatatan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026