Penelitian ini untuk mengetahui Pengalaman Mahasiswa Dalam Menyusun Gaya Berpakaian Sehari HariĀ Di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dan Pendekatan Fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gaya berpakaian mahasiswa di Kota Bandung bukan sekadar persoalan estetika, melainkan fenomena sosial yang sarat makna. Mahasiswa menyusun gaya berpakaian melalui proses reflektif yang dipengaruhi oleh interaksi sosial, media sosial, nilai budaya, serta lingkungan kampus. Gaya berpakaian menjadi medium penting dalam pembentukan identitas diri dan cara mahasiswa memposisikan diri dalam ruang sosial akademik.
Copyrights © 2026