Perdagangan kopi internasional menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga daya saing ekspor menjadi faktor penting bagi negara pengekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan daya saing ekspor kopi Indonesia, Brasil, dan Belanda di pasar internasional. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), dan Export Product Dynamics (EPD) dengan data sekunder periode 2020–2024 yang bersumber dari UN Comtrade dan International Trade Centre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki keunggulan komparatif dalam ekspor kopi yang ditunjukkan oleh nilai RCA dan RSCA yang lebih besar dari satu dan bernilai positif, meskipun tingkat keunggulan Brasil masih lebih tinggi. Sementara itu, Belanda berperan sebagai negara perdagangan dan distribusi kopi yang strategis meskipun bukan negara produsen. Analisis EPD menunjukkan bahwa ekspor kopi Indonesia dan Brasil berada pada posisi rising star, yang mencerminkan pertumbuhan pangsa pasar ekspor dan daya tarik pasar yang positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kopi Indonesia memiliki prospek pengembangan yang baik di pasar global, namun masih memerlukan penguatan kualitas produk, efisiensi produksi, dan strategi perdagangan untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026