Mesin freezer merupakan perangkat pendingin yang berperan penting dalam menjaga kualitas bahan pangan dan produk lainnya agar tetap awet serta layak konsumsi. Dalam distribusi dan penyimpanan, khususnya pada sektor perikanan, freezer berfungsi untuk menurunkan suhu produk hingga di bawah titik beku air tanpa menurunkan kualitasnya secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsumsi daya listrik dan efisiensi energi pada freezer kapasitas 100 L antara kondisi standar dan kondisi setelah dilakukan modifikasi dengan penambahan subcooler. Pengujian dilakukan selama 240 menit dengan pencatatan data suhu kabin, arus listrik, dan daya listrik setiap 20 menit. Kedua unit freezer menggunakan refrigeran R600a dengan spesifikasi pabrikan yang sama, dan pengujian dilakukan di ruangan dengan suhu sekitar 30 °C untuk meminimalkan pengaruh fluktuasi lingkungan. Tegangan yang digunakan selama pengujian sebesar 220 V, sehingga hasil daya listrik yang tercatat valid dan konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan subcooler mampu meningkatkan kinerja termal freezer melalui percepatan penurunan suhu dan pencapaian suhu minimum yang lebih rendah, yaitu –24 °C, dibandingkan kondisi tanpa perlakuan yang mencapai –21 °C. Konsumsi daya rata-rata freezer dengan subcooler sebesar 60,68 W, lebih rendah dibandingkan freezer tanpa perlakuan sebesar 64,3 W. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa freezer dengan subcooler memiliki efisiensi tertinggi sebesar 18,48%. Hasil uji paired sample t-test mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan pada daya dan arus listrik antara kedua perlakuan (p < 0,05). Secara keseluruhan, modifikasi subcooler terbukti efektif meningkatkan efisiensi energi serta memberikan penghematan biaya listrik bulanan, sehingga layak dipertimbangkan sebagai metode peningkatan performa freezer kapasitas 100 L.
Copyrights © 2026