Kinerja operasional PT. Perikanan Indonesia (Persero) menurun akibat ketidakpastian dan ketidakefisienan dalam rantai distribusi hasil perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam sistem logistik serta merancang model sistem yang dapat meningkatkan efisiensi distribusi. Motode penelitian menggunakan Soft System Methodology (SSM) pada tahap 1 dan 2 untuk menganalisis akar permasalahan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa kendala utama dalam distribusi, khususnya pada pengadaan, penyimpanan, dan transportasi, berkaitan erat dengan kelemahan teknologi, infrastruktur, kelembagaan, serta interkoneksi. Faktor-faktor ini terbukti memberikan pengaruh yang dominan terhadap kelancaran sistem distribusi. Prioritas solusi yang disarankan meliputi: pelatihan dan penerapan teknologi penangkapan bagi mitra nelayan, implementasi Internet of Things (IoT) pada cold storage, penjadwalan digital, perbaikan armada kapal, serta pengembangan sistem ERP dan aplikasi mobile untuk meningkatkan koordinasi dan akses informasi distribusi.
Copyrights © 2026