Kekerasan terhadap anak masih menjadi permasalahan yang terus meningkat sehingga memerlukan penyelenggaraan layanan perlindungan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan layanan penanganan anak korban kekerasan pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas Kepala UPTD PPA, Kepala Subbagian Tata Usaha, pendamping kasus, pengelola penampungan sementara, dan penyidik Unit PPA Polres Tangerang Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan layanan telah memiliki landasan kebijakan yang jelas serta mekanisme layanan yang sesuai dengan Standar Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak. Pelaksanaan layanan meliputi pengaduan masyarakat, penjangkauan, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, pendampingan korban, dan kerja sama lintas sektor. Namun, penyelenggaraan layanan masih menghadapi keterbatasan jumlah pendamping kasus, tenaga psikolog, sarana operasional, dan dukungan anggaran, serta belum didukung evaluasi kepuasan penerima layanan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya, peningkatan dukungan anggaran, pengembangan sarana prasarana, dan evaluasi layanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas perlindungan anak korban kekerasan.
Copyrights © 2026