Stunting masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, termasuk Provinsi Bali. Masalah gizi, seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia serta kejadian infeksi kongenital (terutama HIV dan Hepatitis B yang termasuk dalam spektrum TORCH), merupakan prioritas intervensi di Provinsi Bali untuk menekan prevalensi stunting. Oleh karena itu, optimalisasi status kesehatan wanita usia reproduktif melalui optimalisasi gizi dan pencegahan penyakit infeksi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan di wilayah Banyuatis. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia reproduktif mengenai optimalisasi gizi dan pencegahan infeksi sebagai kunci utama mitigasi stunting. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 27 Agustus 2025 di desa Banyuatis, Bali. Metode kegiatan adalah edukasi berupa ceramah dan sesi tanya jawab interaktif, serta pemberian buklet digital. Desain penelitian dalam kegiatan ini adalah one-group pretest-posttest dengan jumlah peserta 35 wanita usia reproduktif. Efektivitas intervensi dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test Peningkatan skor pengetahuan yang signifikan terbukti pada peserta setelah edukasi dilakukan. Terdapat kenaikan rerata skor dari 63,72 (pre-test) menjadi 78,29 (post-test), yang merepresentasikan peningkatan sebesar 22,64%. Selanjutnya, hasil uji statistik Wilcoxon Signed−Rank menunjukkan nilai p < 0,001, yang secara kuat memvalidasi bahwa peningkatan rerata skor pengetahuan tersebut bersifat signifikan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi optimalisasi gizi dan pencegahan penyakit infeksi (TORCH) melalui metode ceramah dan sesi tanya jawab interaktif merupakan strategi yang relevan dan efektif dalam mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Bali. Rekomendasi tindak lanjut mencakup monitoring perilaku setelah edukasi dan penguatan peran kader setempat untuk memastikan keberlanjutan perubahan perilaku positif di masyarakat.
Copyrights © 2026