Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan determinan kecemasan pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dalam rentang tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan pada remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri negatif, ketidakmampuan mengelola emosi, serta ketakutan terhadap masa depan. Sementara itu, faktor eksternal meliputi tekanan akademik, pengalaman bullying, perubahan lingkungan sosial, kurangnya dukungan keluarga, serta dampak pandemi COVID-19. Berbagai intervensi seperti positive self-talk, teknik relaksasi deep breathing, terapi suportif, strategi koping adaptif, serta pendekatan spiritual terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Kesimpulannya, kecemasan pada remaja merupakan masalah kompleks yang memerlukan pendekatan multidimensional melalui upaya promotif, preventif, dan intervensi berbasis psikologis serta spiritual secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026