Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan pada Remaja Untuk Membentuk Siswa SMK Sebagai Health Agent Dalam Deteksi Dini Benign Prostatic Hyperplasia di Lingkungan Keluarga Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Rahma Fauziah; Fauziyyah Zull Heryanto; Muhammad Fadri Ramadhan; Ilma Tri Febrian; Winda Hermawati; Rizky Rivaldi Fauji; Dewi Sri Ambarwati; Teguh Akbar Dwiyanto; Pelgi Fratama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xbhqq878

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan faktor risiko BPH menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan penyuluhan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk siswa SMK TI Pembangunan Cimahi sebagai health agent yang mampu mengenali tanda dan gejala awal BPH serta melakukan edukasi dan deteksi dini pada anggota keluarga lanjut usia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemberian materi mengenai BPH, diskusi kelompok, serta kegiatan cerdas cermat sebagai sarana evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini BPH dengan baik. Antusiasme peserta dalam kegiatan cerdas cermat juga menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan terkait BPH. Selain itu, peserta menunjukkan kesiapan yang lebih baik untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan mendorong lansia melakukan pemeriksaan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada BPH. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan remaja sebagai health agent merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap deteksi dini BPH. Dengan demikian, program penyuluhan ini berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok lansia
PREVALENSI DAN DETERMINAN KECEMASAN PADA REMAJA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Nopi Yulandari; Fauziyyah Zull Heryanto; Nagia Nuramadani; Winda Hermawati; Agnia Fauziah; Rida Octavia Butar Butar; Verawati Verawati; Fitri Mawardiani; Azkia Azzahra; Novia Syifa Nurhaliza; Dina Audina Uswatun Hasanah; Anggia Ropik; Maulidina Puji Apriliani; Enur Atni; Juwita Lestari; Revalani Ayu Purti; Silvia Dwi Rahayu; Desi Trisnawati; Kania Azzahra; Giska Pebrianti; Deni Purnama; Meysa Maulida; Teguh Akbar Dwiyanto
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 4 (2026): Edisi Juli - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i4.8918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan determinan kecemasan pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dalam rentang tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan pada remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri negatif, ketidakmampuan mengelola emosi, serta ketakutan terhadap masa depan. Sementara itu, faktor eksternal meliputi tekanan akademik, pengalaman bullying, perubahan lingkungan sosial, kurangnya dukungan keluarga, serta dampak pandemi COVID-19. Berbagai intervensi seperti positive self-talk, teknik relaksasi deep breathing, terapi suportif, strategi koping adaptif, serta pendekatan spiritual terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Kesimpulannya, kecemasan pada remaja merupakan masalah kompleks yang memerlukan pendekatan multidimensional melalui upaya promotif, preventif, dan intervensi berbasis psikologis serta spiritual secara berkelanjutan.