Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya Instagram, telah memberikan dampak positif dalam komunikasi, namun juga memunculkan permasalahan baru seperti cyberbullying. Cyberbullying merupakan tindakan perundungan yang dilakukan melalui media digital dan dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan forensik digital untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis bukti digital guna mendukung proses pembuktian. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode National Institute Of Justice (NIJ) dalam analisis barang bukti digital pada aplikasi Instagram berbasis Android, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan tools ADB (Android Debug Bridge) dan FTK Imager dalam proses investigasi. Metode NIJ terdiri dari lima tahapan, yaitu Identification, Collection, Examination, Analysis, dan Reporting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi data menggunakan ADB berhasil dilakukan, serta pembuatan image forensik menggunakan FTK Imager dapat menjaga integritas data yang dibuktikan melalui nilai hash MD5 dan SHA1 yang identik. File database utama Instagram, yaitu direct.db, berhasil ditemukan dan dianalisis. Namun, pesan Direct Message (DM) yang mengandung unsur cyberbullying tidak ditemukan karena telah dihapus secara permanen oleh pelaku sebelum proses akuisisi dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Instagram memiliki mekanisme penghapusan data yang cukup kuat sehingga tidak meninggalkan artefak digital yang dapat dipulihkan melalui metode Logical acquisition. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode NIJ dapat diterapkan secara sistematis dalam investigasi forensik digital, serta tools ADB dan FTK Imager efektif dalam proses akuisisi dan verifikasi data. Namun, keberhasilan dalam menemukan bukti digital sangat dipengaruhi oleh waktu akuisisi dan metode yang digunakan.
Copyrights © 2026