Budidaya Durian merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang membutuhkan ketersediaan air optimal untuk mendukung produktivitas tinggi, sekaligus untuk efisiensi penggunaan air. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani adalah ketidaktepatan dalam pemberian air, baik dari segi jumlah maupun waktu, sehingga dapat menurunkan hasil panen. Kegiatan ini penerapan sistem fertigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) pada budidaya Durian di Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor kelembaban tanah (soil moisture sensor) yang terhubung dengan perangkat kontroler, RF wireless communication, dan IoT, yang dapat dimonitor melalui sebuah aplikasi berbasis Android. Hasil penerapan menunjukkan bahwa melalui pengaturan fertigasi dapat dilakukan secara mudah dan praktis melalui aplikasi sesuai pengaturan yang dikehendaki, menghemat penggunaan air dibandingkan metode konvensional, serta mendukung pertumbuhan dan produktivitas Durian secara lebih optimal. Dengan demikian, penerapan sistem fertigasi otomatis berbasis IoT berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung implementasi konsep pertanian cerdas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026