Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya volume sampah rumah tangga yang menimbulkan persoalan lingkungan di berbagai daerah, termasuk di Desa Cepoko Trirenggo, Bantul. Program pemilahan sampah menjadi salah satu solusi strategis yang tidak hanya berfungsi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui bank sampah dan kegiatan pengolahan limbah. Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis optimalisasi bank sampah dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Dusun Cepoko Trirenggo Kabupaten Bantul Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pemilahan sampah di Desa Cepoko Trirenggo cukup efektif dengan dukungan aktif ibu-ibu PKK. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Dusun Cepoko berjalan melalui tiga tahap yang saling melengkapi dan berkesinambungan. Pada tahap pertama penyadaran, masyarakat dibekali pemahaman mengenai dampak negatif sampah serta pentingnya pemilahan sejak dari rumah tangga melalui penyuluhan, kampanye lingkungan, sosialisasi desa, hingga pemanfaatan media sosial. Tahapan kedua yaitu pengkapasitasan, di mana warga dibekali keterampilan teknis seperti pembuatan kompos, ecobrick, dan kerajinan daur ulang, disertai dukungan sarana berupa tempat sampah terpilah di setiap RT dan ruang publik. Tahap ketiga pendayaan berfokus pada pemanfaatan hasil pengolahan sampah untuk memberikan nilai tambah ekonomi melalui Bank Sampah, bazar desa, maupun pemasaran daring. Ketiga tahap ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah di Padukuhan Cepoko tidak hanya meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan budaya baru masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan melalui bank sampah.
Copyrights © 2026