Kualitas kemasan dan branding yang belum optimal menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing usaha mikro di Galeri UMKM Eksis Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemasan melalui pendampingan rebranding berbasis desain visual dan informasi label. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi identifikasi masalah, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi menggunakan indikator kelengkapan informasi, aspek visual, dan pemahaman branding. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas kemasan sebesar 69,3% berdasarkan skor evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Selain itu, kemasan telah memenuhi kriteria desain yang lebih informatif dan menarik. Perbaikan tersebut mencakup penambahan informasi wajib, konsistensi identitas merek, dan peningkatan daya tarik visual. Dengan demikian, pendampingan rebranding berkontribusi secara terukur terhadap peningkatan kualitas kemasan dan kesiapan pelaku usaha dalam mendukung pemasaran produk. Hasil kegiatan ini juga memiliki implikasi praktis sebagai model pendampingan yang dapat direplikasi pada UMKM lain serta menjadi dasar penguatan kebijakan pengelolaan Galeri UMKM dalam meningkatkan standar kualitas kemasan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026