Prevalensi kanker kolorektal didunia pada tahun 2020 1,9 juta jiwa dengan 930 ribu kematian, 2022 1,93 juta jiwa 900 ribu kematian, di Indonesia tahun 2020 sebanyak 34.189 ribu jiwa, 2023 meningkat sebanyak 3.864.086 juta dengan masalah nyeri dan cemas menjadi masalah umum pada pasien kanker kolorektal, serta belum optimalnya tindakan keperawatan ners (TKN) yang dilakukan perawat menyebabkan peningkatan masalah.Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh TKN terhadap nyeri dan cemas pasien kanker kolorektal. Jenis penelitian: quasy experiment one group pretest postest, jumlah responden: n37. Pengambilan data: pusposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah SOP TKN Nyeri dan cemas, VAS (Visual Analog Scale) (0,99 dan r=0,94), dan GAD-7 (Generalized Anxiety Disorder-7) (0,75 – 0,85 dan r=0,92). Nyeri setelah diberikan intervensi menurun secara bermakna p_value ≤ 0,005 dari 3,1 (nyeri ringan) menjadi 1,3 (tetap nyeri ringan), cemas setelah diberikan intervensi menurun secara bermakna p_value ≤ 0,005 dari 7,23 (cemas ringan) menjadi 2,32 (cemas minimal). Jumlah pasien 37 jenis kelamin laki – laki 20 orang (54.05%). Pendidikan terakhir paling banyak SMP dan SMA 12 orang (32,43%), Status pekerjaan terbanyak bekerja, 20 orang (54,05%), memiliki penyakit komorbid, 21 orang (56,75%). Tanda dan gejala nyeri dan cemas pasien kanker kolorektal mengalami penurunan yang bermakna setelah diberikan intervensi TKN.
Copyrights © 2025