Terganggunya atau rusaknya salah satu bangunan-bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada, sehingga mengakibatkan efesiensi dan efektifitas irigasi menjadi menurun. Apabila kondisi ini dibiarkan maka akan berdampak pada penurunan produksi pertanian. Pada daerah irigasi Simandolak mengalami masalah kekurangan air disebabkan karena banyaknya kerusakan saluran–saluran irigasi yang menyebabkan pengairan pada daerah-daerah irigasi kurang optimal ini menyebabkan pendangkalan pada saluran-saluran oleh manusia dan bangunan itu sendiri dan pendangkalan pada bagian bendung suplai irigasi yang diakibatkan oleh sedimentasi yang sangat tinggi sangat mempengaruhi ketersediaan kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi Simandolak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebutuhan air irigasi didaerah irigasi Sungai Desa Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Data-data digunakan dalam perhitungan kebutuhan air irigasi yaitu data curah hujan dan skema/layout jaringan irigasi. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis curah hujan dan perhitungan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh luas wilayah daerah irigasi desa Simandolak sebesar 976 ha dengan kebutuhan air irigasi pola tanam padi-padi dimulai awal pengolahan lahan awal bulan Januari minngu ke-2 maka pada perhitungan kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar 347,50 l/dtk kebutuhan maksimum terjadi pada bulan April minggu ke-1.
Copyrights © 2025