Pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar menghadapi tantangan dalam membentuk warga negara yang empatik, demokratis, dan responsif terhadap keberagaman di tengah meningkatnya intoleransi serta melemahnya kohesi sosial. Meskipun pendidikan karakter dan Social-Emotional Learning (SEL) telah banyak dikaji, penelitian yang mengintegrasikan keduanya dalam kerangka PKn berbasis kearifan lokal masih terbatas, khususnya pada konteks Global South. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan SEL dalam memperkuat kompetensi kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode systematic literature review terhadap 35 artikel nasional dan internasional dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai lokal gotong royong dan musyawarah mufakat dengan kompetensi sosial-emosional berkontribusi terhadap penguatan civic disposition, civic skills, empati sosial, dan partisipasi siswa. Penelitian ini menawarkan konsep “Pendidikan Karakter Kewarganegaraan Kontekstual” (PKKK) sebagai kerangka pedagogis berbasis budaya yang mengintegrasikan nilai lokal, kompetensi sosial-emosional, dan pembentukan warga negara aktif secara lebih kontekstual dibandingkan pendekatan PKn dominan kognitif.
Copyrights © 2026