Ketepatan pelafalan tata bunyi Arab, yang mencakup penguasaan makharijul huruf dan shifatul huruf, merupakan syarat mutlak untuk mencegah terjadinya lahn jali (kesalahan fatal yang mengubah makna dasar) saat membaca teks suci Al-Qur'an. Namun, realita menunjukkan siswa madrasah masih sering melakukan kesalahan pelafalan akibat pengaruh kuat tata bunyi bahasa ibu, seperti bahasa Jawa dan Indonesia. Di sisi lain, kemajuan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Generatif dengan pemrosesan bahasa alami menawarkan potensi besar sebagai asisten analitis, meskipun pemanfaatannya di tingkat madrasah menengah masih sangat minim. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesalahan pelafalan, menganalisis akar penyebabnya melalui bantuan AI Generatif, serta merumuskan strategi perbaikan bacaan Tahfidz siswa MTsN 3 Boyolali. Subjek utama dalam penelitian ini difokuskan secara khusus pada siswa kelas VII dan guru program Tahfidz. Data dikumpulkan melalui pengamatan partisipatif, perekaman suara saat setoran hafalan (talaqqi), dan wawancara mendalam. Hasil utama penelitian ini memetakan penyimpangan fonetik siswa dan menyajikan diagnosis AI terkait faktor penyebab kesalahan pelafalan. Dari analisis tersebut, dirumuskan rancangan strategi pembelajaran inovatif berupa penerapan teknik pengenalan kata berpelafalan mirip (pasangan minimal) dan latihan tata bunyi terstruktur (phonetic drill). Strategi ini siap diterapkan oleh para pendidik guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an siswa secara efektif, terarah, serta optimal.
Copyrights © 2026