Pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Kelurahan Oyehe masih mengandalkan entri data manual yang rentan terhadap kesalahan ketik dan duplikasi arsip. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem informasi kependudukan berbasis web yang mengintegrasikan algoritma Levenshtein Distance dan validasi semantik Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data. Sistem dikembangkan menggunakan model Waterfall dan di-deploy pada jaringan intranet lokal. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan kuantitatif eksperimental pada 25 sampel transaksi dan 20 skenario pengujian black-box. Evaluasi akurasi algoritma pada data historis berlabel menghasilkan nilai precision 100%, recall 96%, dan F1-score 97,96% dengan ambang batas kemiripan 70%. Studi time-motion menunjukkan penurunan waktu layanan yang signifikan dari rata-rata 22 ± 5 menit menjadi 1,5 ± 0,5 menit (efisiensi 93%, uji Wilcoxon signed-rank p < 0,001), dengan tingkat kesalahan entri data tercatat 0% pada sampel pengujian. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi fuzzy matching dan validasi semantik NIK dapat mempercepat administrasi kependudukan sekaligus meningkatkan integritas data pada konteks kelurahan dengan infrastruktur terbatas.
Copyrights © 2026