Jurnal Ilmu Multidisplin
Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni - Juli 2026)

Kedaulatan Negara Pasca Penyesuaian Fir 2022: Sinergi Lintas Sektoral dalam Pengelolaan Ruang Udara di Wilayah Kepulauan Riau

Prito Aries D.R. (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Rangga Birawa (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Rifki Syamsul H. (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Enggal Augusendy (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Edward Elisa Patiwael (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Rezha Rahandhi (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Ferri Doniward Batubara (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Suryo Ari (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Ahmad Junaidi Saleh (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Munip Suharmono (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)
Yanto S. Manurun (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2026

Abstract

Penyesuaian batas Flight Information Region (FIR) antara Jakarta dan Singapura pada tahun 2022 secara hukum telah mengembalikan kedaulatan penuh Indonesia atas wilayah udara di Kepulauan Riau. Namun, delegasi teknis pelayanan navigasi penerbangan kepada Singapura pada ketinggian 0–37.000 kaki selama 25 tahun menciptakan dualisme kewenangan yang kompleks dan berimplikasi pada strategi pertahanan udara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi lintas sektoral dalam pengelolaan ruang udara pasca penyesuaian FIR serta merumuskan strategi optimalisasi keamanan udara nasional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, focus group discussion, observasi lapangan, dan studi dokumen di Kota Batam, penelitian ini melibatkan enam pemangku kepentingan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi lintas sektoral belum berjalan secara terlembaga; belum ada forum koordinasi terpadu, belum ada latihan bersama prosedur force down, dan belum terintegrasinya data radar, imigrasi, serta bea cukai. Sepanjang tahun 2024 tercatat 23 pelanggaran wilayah udara di Kepulauan Riau, didominasi pesawat militer asing (65%), tanpa tindakan force down. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum koordinasi terpadu, pusat data bersama di Batam, penguatan CMAC (Civil-Military Cooperation in Air Traffic Management), serta penyusunan prosedur tetap bersama. Sinergi lintas sektoral yang terlembaga menjadi prasyarat mutlak bagi penguatan strategi pertahanan udara nasional di wilayah perbatasan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JIM

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Ilmu Multidisplin (JIM) adalah jurnal nasional, peer review, akses terbuka dan ilmiah yang menerbitkan makalah penelitian, makalah review, review mini, laporan kasus, studi kasus, komunikasi singkat, surat, editorial, buku, tesis, karya disertasi, dll, dari semua Aspek Ilmu Pertanian, Ilmu ...