Penelitian ini menganalisis hubungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan jumlah penduduk miskin pada 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur selama 2019–2023. Variabel dependen menggunakan jumlah penduduk miskin absolut (ribu jiwa) yang ditransformasikan ke logaritma natural karena penelitian berfokus pada besarnya beban kemiskinan yang menjadi sasaran kebijakan daerah, bukan pada persentase penduduk miskin. Data panel seimbang sebanyak 190 observasi diestimasi menggunakan Fixed Effect Model yang dipilih melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Uji Jarque–Bera, korelasi berpasangan, dan Uji Glejser menunjukkan residual berdistribusi normal, tidak terdapat indikasi multikolinearitas tinggi, serta tidak terdapat heteroskedastisitas; oleh karena itu, estimasi utama menggunakan standard error konvensional. Hasil menunjukkan bahwa IPM berhubungan positif dan signifikan (koefisien 0,0000603; p=0,0007), TPT berhubungan positif dan signifikan (0,007181; p<0,001), sedangkan PDRB berhubungan negatif dan signifikan (-0,544973; p<0,001). Kenaikan TPT satu poin persentase berkaitan dengan peningkatan jumlah penduduk miskin sekitar 0,72%, sedangkan kenaikan PDRB sebesar 1% berkaitan dengan penurunan sekitar 0,545%. Koefisien positif IPM tidak ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,998641 juga mencerminkan kontribusi efek tetap kabupaten/kota.
Copyrights © 2026